Menurut pakar di Barat, bible dijadikan justifikasi utuk mengambarkan ketertindasan perempuan. Ayat-ayat bible yang begitu rasis mendorong sejumlah feminis memberontak. Salah satunya dilakukan oleh Elizabeth Cady Stanton dengan cara membuat bible tandingan, yang bernama Women’s Bible.
Ayat-ayat yang sangat menghinakan perempuan tersebar disejumlah ayat seperti Sirakh 42:14, 25:19. Yehezkiel 23:19-21. Kejadian 3:16. Bahkan dalam bible, adegan-adegan seksual secara kronologis dijelaskan secara literal. Diskriminasi itu kemudian berdampak pada konstruk sosial terhadap wanita di Barat. Implikasinya ada kebiasaan di Barat dimana umpatan-umpatan selalu berkonotasi kepada perempuan.
