Iqro Club Mataram, The New Moslem Generation
iqro club kota mataram. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Assalamualaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh, Selamat Membaca Artikel IC Mataram
Tampilkan postingan dengan label Muhammad Ya Rasulullah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammad Ya Rasulullah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Mei 2012

Sebuah Cinta Abadi yang Pernah Ada di Bumi

Sebuah kisah Cinta Sejati, Kisah nyata yg pernah terjadi di Bumi ini…
Sekian ratus tahun yang lalu…
Di malam yang sunyi, di dalam rumah sederhana yang tidak seberapa luasnya… seorang istri tengah menunggu kepulangan suaminya. Tak biasanya sang suami pulang larut malam.
Sang istri bingung…. hari sudah larut dan ia sudah sangat kelelahan dan mengantuk.
Namun, tak terlintas sedikitpun dalam benaknya untuk segera tidur dan terlelap di tempat tidur suaminya. Dengan setia ia ingin tetap menunggu… namun, rasa ngantuk semakin menjadi-jadi dan Sang suami tercinta belum juga datang.
Tak berapa lama kemudian….
seorang laki-laki yang sangat berwibawa lagi luhur budinya tiba di rumahnya yang sederhana.
Laki-laki ini adalah suami dari sang istri tersebut. Malam ini beliau pulang lebih lambat dari biasanya, kelelahan dan penat sangat terasa.
Namun, ketika akan mengetuk pintu… terpikir olehnya Sang istri yang tengah terlelap tidur…. ah, sungguh ia tak ingin membangunkannya.
Tanpa pikir panjang, ia tak jadi mengetuk pintu dan seketika itu juga menggelar sorbannya di depan pintu dan berbaring diatasnya.
Dengan kelembutan hati yang tak ingin membangunkan istri terkasihnya, Sang suami lebih memilih tidur di luar rumah.. di depan pintu…
dengan udara malam yang dingin melilit… hanya beralaskan selembar sorban tipis.
Penat dan lelah beraktifitas seharian, dingin malam yang menggigit tulang ia hadapi.. karena tak ingin membangunkan istri tercinta. Subhanallah…
Dan ternyata, di dalam rumah..
persis dibalik pintu tempat sang suami menggelar sorban dan berbaring diatasnya..
Sang istri masih menunggu, hingga terlelap dan bersandar di balik pintu.
Tak terlintas sedikitpun dalam pikirinnya tuk berbaring di tempat tidur, sementara suaminya belum juga pulang.
Namun, karena khawatir rasa kantuknya tak tertahan dan tidak mendengar ketukan pintu Sang suami ketika pulang, ia memutuskan tuk menunggu Sang suami di belakang pintu dari dalam rumahnya.
malam itu… tanpa saling mengetahui, sepasang suami istri tersebut tertidur berdampingan di kedua sisi pintu rumah mereka yang sederhana… karena kasih dan rasa hormat terhadap pasangan..
Sang Istri rela mengorbankan diri terlelap di pintu demi kesetiaan serta hormat pada Sang suami dan Sang suami mengorbankan diri tidur di pintu demi rasa kasih dan kelembutan pada Sang istri.
Dan nan jauh di langit….
ratusan ribu malaikat pun bertasbih….
menyaksikan dua sejoli tersebut…
SUBHANALLAH WABIHAMDIH
Betapa suci dan mulia rasa cinta kasih yang mereka bina terlukis indah dalam ukiran akhlak yang begitu mempesona…
saling mengasihi, saling mencintai, saling menyayangi dan saling menghormati…
Tahukah Anda… siapa mereka..?
Sang suami adalah Muhammad bin Abdullah, Rasulullah SAW dan Sang istri adalah Sayyidatuna Aisyah ra binti Abu Bakar As-Sidiq.
Merekalah sepasang kekasih teladan, suami istri dambaan, dan merekalah pemimpin para manusia, laki-laki dan perempuan di dunia dan akhirat.
Semoga rahmat ALLAH senantiasa tercurah bagi keduanya, dan mengumpulkan jiwa kita bersama Rasulullah SAW dan Sayyidatuna Aisyah ra dalam surga-NYA kelak. dan Semoga ALLAH SWT memberi kita taufiq dan hidayah tuk bisa meneladani kedua manusia mulia tersebut.
Amiin…amiin ya rabbal’alamiin….

Sabtu, 21 April 2012

Senyum Rasulullah



Rasulullah adalah orang yang paling fasih berbicara dan paling indah perkataannya. Beliau berkata, "Aku adalah orang arab yang paling fasih". Para penghuni surga berbicara dengan bahasa yang digunakan nabi, yaitu bahasa Arab. Perkataanya mengandung makna luas namun penggalan katanya tidak berlebihan dan tidak pula kekurangan. Yang mendengarkannya dapat memahami dan menghafal dengan mudah karena antara kata yang satu dengan yang lainnya terkait.

Beliau tidak berbicara, baik saat senang maupun marah, kecuali yang dibicarakannya itu benar. Beliau adalah orang yang paling banyak tersenyum dan paling gembira hatinya, selama bukan pada waktu turunnya wahyu, saat menyebut hari kiamat atau saat berkhotbah memberikan nasihat.
Suatu hari seorang badui datang dengan maksud bertanya kepada beliau pada saat beliau sedang memikirkan sesuatu. Namun para sahabat mencegahnya seraya berkata, "Wahai orang badui, jangan engkau lakukan, kami melihat Nabi sedang memikirkan sesuatu."

Tapi orang badui itu berkata, "BIarkan saya, demi Zat yang telah mengutusnya dengan membawa kebenaran sebagai Nabi, saya tidak akan membiarkannya dalam kondisi seperti itu, saya akan membuatnya tersenyum."

Lalu orang badui itu bertanya, "Wahai Rasulullah informasi yang sampai kepada kami bahwa al-masih (Dajjal) akan datang kepada manusia dengan membawa tsarid (bubur), tapi mereka semua binasa karena kelaparan. Demi ayah dan ibuku yang menjadi tebusanmu, menurutmu apakah aku harus menolak buburnya demi memelihara diri dari yang tidak halal hingga aku mati kurus? Ataukah aku makan buburnya hingga kenyang namun tetap beriman kepada Allah dan mengingkari Dajjal"

Mendengar pertanyaan itu, Nabi tertawa hingga nampak gigi gerahamnya. Lalu beliau berkata, "Jangan kau makan, Allah akan mencukupi kebutuhanmu sebagaimana ia mencukupi kebutuhan kaum mukmin."

-dari Ringkasan Ihya Ulumuddin, Imam Ghazali-

Oleh Ashif Aminulloh Fathnan

Powered By Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...