Iqro Club Mataram, The New Moslem Generation
iqro club kota mataram. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Assalamualaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh, Selamat Membaca Artikel IC Mataram

Senin, 31 Oktober 2011

Kepala mereka seperti punuk unta yang miring

Dikutip dari: Halal dan Haram, oleh DR. Yusuf Qaradhawi, pimpinan fakultas syariah Universitas Qatar
Islam mengharamkan perempuan memakai pakaian yang membentuk dan tipis sehingga terlihat kulitnya. Termasuk di antaranya ialah pakaian yang menonjolkan bagian-bagian tubuh tertentu. Khususnya tempat-tempat yang menggoda naluri laki-laki, seperti: payudara, paha, pantat, pusar, dan sebagainya. Dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, R asulullah SAW. bersabda,
“Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya:
  1. Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai untuk memukul orang lain (penguasa yang kejam)
  2. Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan menggoda orang lain kepada perbuatan maksiat. Kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka ini tidak akan dapat masuk surga dan tidak pula bisa mencium baunya surga, padahal semerbak wanginya dapat tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian.” (Riwayat Muslim)
Mereka dikatakan berpakaian karena memang mereka melilitkan pakaian pada tubuhnya, tetapi pada hakikatnya, pakaiannya itu tidak berfungsi lagi untuk menutup auratnya karena itu mereka dikatakan telanjang karena pakaiannya terlalu tipis dan ketat sehingga dapat memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya seperti kebanyakan pakaian perempuan zaman sekarang. Rasulullah menggambarkan kepala perempuan tersebut seperti punuk unta karena mereka memasang sanggul di atas kepalanya.
Seolah-olah Rasulullah telah melihat apa yang terjadi pada zaman sekarang ini yang kini diwujudkan dalam bentuk penataan rambut dengan berbagai macam mode di berbagai macam salon. Di mana banyak sekali  laki-laki yang bekerja pada pekerjaan tersebut dengan upah yang tinggi. Tidak cukup sampai di situ saja, banyak pula perempuan yang merasa kurang puas dengan rambut asli pemberian Allah. Untuk itu mereka menggunakan rambut palsu yang disambung dengan rambutnya yang asli, supaya nampak lebih menyenangkan dan cantik. Dengan demikian dia akan menjadi perempuan yang dipenuhi rasa simpatik dan terlihat menarik.
Satu hal yang sangat mengherankan, hadis ini mengaitkan antara penjajahan politik dan kejatuhan moral. Ternyata inilah yang kini sedang terjadi. Para penjajah politik itu dalam usahanya untuk menguasai rakyat, biasanya menggunakan sesuatu yang dapat membangkitkan syahwat, menjadikan mereka asyik dengan berbagai kesenangan pribadinya, sehingga dapat mengalihkan perhatian mereka dari persoalan-persoalan sosial yang terjadi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkatalah Yang Baik Atau Diam.

Powered By Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...