Iqro Club Mataram, The New Moslem Generation
iqro club kota mataram. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Assalamualaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh, Selamat Membaca Artikel IC Mataram

Minggu, 23 Januari 2011

Valentine's Day Tidak Sama Dengan Hari Kasih Sayang

Tanggal 14 Pebruari sudah identik dengan kata valentine. Valentine’s Day (VD). Tua, muda, membanjiri toko-toko souvenir yang menjajakan pernak-pernik perayaan valentine yang notabene diartikan hari kasih sayang. Bahkan ada toko di Samarinda ini yang mewajibkan karyawannya membawa kado untuk acara tuker-tukeran kado di tanggal tersebut. Bener gak sih valentine itu artinya kasih sayang ? Apa sih sebenarnya yang melatarbelakangi kehebohan masyarakat dunia ini terhadap tanggal 14 Pebruari setiap tahunnya ? Kenapa juga muslimah kita latah berpink ria tanda suka cita menyambut tanggal tersebut ?

Salah Kaprah

Banyak orang salah kaprah, mengartikan kata valentine sebagai “Kasih sayang”. Idih PD banget yang bilang begitu. Emang di kamus ada artinya ? Kamus apa coba ? Kamus latin ? Hayo bisa jawab nggak ?! Makanya jangan sok ikut-ikutan sebelum tahu asal-usulnya.

Sebenarnya kata valentine itu diambil dari nama seorang birhop di Terni, suatu tempat kira-kira 60 mil dari Roma, yang hidup diakhir abad ke 3 M di zaman raja Claudius II. Tepat tanggal 14 Pebruari 270 M St. Valentine dihukum mati oleh rajanya. Kenapa ? Kabarnya ia mengajak manusia memeluk agama nasrani. Dalam versi lain dijelaskan bahwa Claudius II menganggap bahwa para bujangan lebih tabah dalam berperang dibandingkan yang telah menikah sampai akhirnya timbul larangan pernikahan. Valentine menentang pelarangan tersebut dengan mengadakan pernikahan di gereja secara diam-diam, namun naas akhirnya ketauan juga. Dipenjara deh. Dalam penjara Valentine “mucil” (=bandel, -red), pake jatuh hati sama anak sipir yang sedang sakit, tentu setelah dia berhasil menyembuhkannya. Walhasil ketangkap basah lagi, jadi juga doi dihukum mati.

Dalam versi lain diceritakan bahwa pada awalnya orang-orang Romawi merayakan hari besar mereka yang bertitel Lupercalia setiap tanggal 15 Pebruari, sebagai penghormatan kepada Juno (Tuhan wanita < perkawinan) serta Pan (Tuhan di alam ini). Di acara itu ngumpul laki-laki dan perempuan, saling memilih pasangan lewat kado yang telah dikumpulkan dan diberi tanda sebelumnya, lantas tuker-tukeran. Lalu ? hura-hura sampai pagi. Alamak sebegitunya ! Seiring dengan perkembangan, pihak gereja berinisiatif memindahkan upacara penghormatan terhadap berhala itu jadi tanggal14 Pebruari. Tujuannya pun banting stir, bukan lagi menyembah berhala tapi menghormati seorang pendeta kristen yang tewas dihukum mati. Nama Lupercalia pun diganti jadi Saint Valentine’s Day. Nah lho.. kamu-kamu yang ikutan hajatan VD ternyata merayakan peringatan yang bukan dari Islam. Imbasnya Terhadap Masyarakat Muslim Indonesia pun nggak luput dari biasnya, bahkan nggak sedikit masyarakat muslim yang latah ikut-ikutan. Aduh.. koq bisa begitu ya ? Apa karena tertarik dengan warna pink yang ditawarkan ? Atau gemerlapnya VD ? Mungkin juga hanya berkeyakinan “Hari Kasih Sayang”. Jangan mudah tertipu kawan. Itu adalah rangkaian dari peringatan mengenang kembali seorang pendeta, bagian ritual mereka. Itu mah bukan produk peradaban Islam. Tahu nggak sobat, dengan melibatkan diri pada acara begituan sama aja sudah mengingkari keyakinan kita pada Islam. Sebagaimana Rasul telah melarang umatnya untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam, seperti termaktub dalam Hadits Riwayat At-Tirmidzi, “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut.” Terlebih-lebih dalam Al-Qur’an sendiri, Alloh SWT berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS Al-Isra : 36). Mengekornya umat kita terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang, lagi pula menyerupai kaum kafir dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Alloh SWT berfirman yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Maidah : 51). Diantar dampak buruk menyerupai mereka adalah ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah As-Sunnah. Lantas bagaimana dengan maksud hati tidak untuk mengenang kembali Valentine, tapi lebih tertuju pada hari kasih sayangnya ? Pertanyaan ini yang kadang terucap oleh mereka yang sudah gandrung dengan perayaan tersebut, hingga mencari-cari alasan agar tetap mempunyai hari khusus untuk mengungkapkan rasa sayangnya terhadap orang yang dicintainya yaitu tanggal 14 Pebruari. Jawabnya seperti yang diungkapkan oleh Ibnu Qayyim “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya !” dan semisalnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyembah salib. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.” Jauhi VD Jadi jelas sudah bahwa perayaan VD adalah budaya Barat yang merambat di relung hati mereka yang alpa terhadap pengetahuan tentang Islam. Mereka merayakannya berdasarkan “kelatahan”. Mematri kata “Kasih Sayang” sebagai alasan menghindari / mengganti kata-kata Valentine. Padahal mempunyai arti yang sama. Yang paling menyedihkan adalah mereka tahu kalau Valentine adalah nama seorang pendeta, tapi mengapa juga tetap menutup mata dan telinga. Seolah-olah tidak mengetahui kebenaran tersebut, mencoba mendustakan hati. Hati-hati kalau sudah begitu, pintu hati bisa ditutup oleh Pembuat Hati, Alloh SWT. Nauzubillah. Valentine merupakan hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari’at Islam, dan dapat disimpulkan bahwa hukumnya adalah haram. Valentine sudah memakan banyak korban, khususnya remaja kita. Banyak yang tertipu oleh gemerlap yang ditawarkannya, hingga menikam perasaan dan pikiran sehat mereka. Dampak buruk lainnya, dengan mengekor mereka berati memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengakui agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka’at shalatnya membaca : “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al Faatihah ; 6-7). Hmm.. renungin deh, gimana bisa kita memohon kepada Penguasa Kehidupan, Alloh SWT untuk ditunjukkan jalan yang lurus, sementara sendirinya ber-VD-ria. Sobat Shahirah, perayaan VD lebih terarah pada pengumbaran hawa nafsu. Cinta yang tak terbelenggu. Ungkapan kasih sayang yang berlebihan. Apalagi lebih terarah pada lain jenis. Adakah manfaat didalamnya ? Cuma mudhorat yang menyertainya. Ingat pada ancaman Alloh SWT : “Dan jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Alloh tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Al-Baqarah : 120). Kasih Sayang yang Sesungguhnya “Sembahlah Alloh dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang sombong dan suka membanggakan diri.” (An-Nisaa’ : 36) Kasih sayang (silaturahmi) merupakan kebutuhan bagi setiap umat. Pengungkapan rasa sayang tersebut tidak berpatok pada satu hari saja (14 Pebruari), tapi sepanjang masa hidup kita. Sentuhan kasih sayang jangan dikonotasikan pada satu obyek saja yaitu lain jenis. Cakupan kasih sayang (silaturahmi) sangatlah luas, terhadap teman, keluarga, saudara seiman, dll. Dimana makna kasih sayang yang sebenarnya adalah kelembutan perasaan yang mampu melahirkan sikap saling tolong menolong dalam hal kebaikan dan kemanfaatan, menutupi aib saudara, bermurah hati, bermuka cerah dan tersenyum bila bertemu, hingga hati menjadi lapang dan menumbuhkan kasih sayang terhadap sesama insan. Kasih sayang yang terwujud dalam bentuk silaturahmi, tentu memberikan manfaat yang sangat besar bagi hidup. Trus.. gimana sih sebenarnya cara menumbuhkan rasa kasih dan sayang itu ? Bersilaturahmi, dengan saling menyayangi dan mengunjungi, semata-mata karena mengharap ridho Alloh SWT. Tersenyum bila berjumpa, dengan senyum bisa melapangkan hati orang lain dan bernilai shodaqoh lho. Saling jabat tangan, tentu aja harus dengan sesama jenis. Kalaupun dengan lain jenis, haruslah dari golongan mahramnya. Bila melanggar syariat, bukan kasih sayang lagi hasilnya, tapi maksiat dan dosa. Abu Daud meriwayatkan “Tidak ada orang muslim yang apabila berjumpa (saudaranya) kemudian berjabat tangan, kecuali keduanya akan mendapat ampunan dosa sebelum mereka berpisah”. Memberi ucapan selamat, hal yang sepele bagi kita, tapi akan memberikan kesan khusus bagi penerima ucapan tersebut, terciptanya suasana senang dan hati yang lapang padanya. Memberi hadiah (oleh-oleh), seperti yg diriwayatkan Iman Jailani bahwa dengan hadiah akan mewariskna rasa cinta kasih dan menghilangkan kedengkian (kekotoran hati). Tentu semuanya diiringi dengan keikhlasan, tanpa mengharap balasan. Kalo niatnya mengharap balasan yg lebih wah, sama aja boong. Saling mendoakan, hal ini akan menumbuhkan rasa kasih sayang dan ketenangan bagi keduanya. Bersikap lemah lembut. So.. sobat Shahirah, gitu deh kasih sayang yang sesungguhnya. Insya Alloh ukhuwah kita akan tetap langgeng, kalo kita berpatok pada ke-8 hal di atas, hingga pahala dari Alloh tetap mengalir dan kebahagiaan serta ketenangan pun senantiasa mendampingi perjalanan hidup kita. Untuk itu.. yuk.. masing-masing kita senantiasa mendekatkan diri dengan orang-orang yang benar, orang-orang yang saling berkasih sayang semata-mata karena Alloh SWT. *** Makanya jangan salah langkah lagi, selama ruh masih dikandung badan, tidak ada kata lambat untuk memperbaiki diri dan merenovasi hati. Yuk.. kembali ke jalan yang telah digariskan Alloh SWT buat kita, hingga kita bisa melangkah bersama dalam alunan nuansa Islam yang indah. Semoga Alloh melindungi kaum muslimin dari segala fitnah yang tampak ataupun yang tersembunyi dan membimbing langkah kita ke dalam Ridho-Nya. Amien. Amien Ya Robbal Alamin. (Zihans Sakum, bahan : dari berbagai sumber). sumber : kafemuslimah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkatalah Yang Baik Atau Diam.

Powered By Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...